Pages

Kamis, 08 November 2012

KELAINAN TULANG, OTOT DAN SENDI


2.1  Kelainan Tulang
      Patah tulang merupakan salah satu dari gangguan atau kelainan pada tulang. Kelainan atau gangguan tersebut sering terjadi dan dapat diamati di sekitar kita. Selain karena gangguan mekanis (misalnya pada patah tulang), kelainan tulang dapat terjadi akibat infeksi, gangguan fisiologis, gangguan persendian, dan kesalahan sikap.
a.    Gangguan Mekanis Tulang
Gangguan mekanis pada tulang dapat terjadi akibat jatuh atau benturan dengan benda keras atau pukulan. Gangguan ini dapat menyebabkan hal-hal berikut :
1)    Fisura atau retak tulang, dapat diperbaiki karena periosteum akan membentuk kalus (sambungan).
2)    Fraktura atau patah tulang , umumnya terjadi pada tulang pipa. Apabila tulang yang patah sampai keluar kulit disebut patah tulang terbuka, sedangkan jika tidak sampai keluar kulit disebut patah tulang tertutup.
3)    Memar sendi, apabila selaput sendi mengalami robek.
4)    Urai sendi, yaitu memar sendi yang diikuti lepasnya ujung tulang dari persendian.
b.    Gangguan Fisiologis Tulang
Gangguan ini mengakibatkan kelainan diantaranya berupa :
1)    Hidrocephalus yaitu suatu kelainan yang ditandai pengumpulan abnormal cairan spinal dan terjadi pelebaran rongga dalam otak sehingga kepala membesar, disebut juga megacephalus.
2)    Mikrocephalus yaitu gangguan pertumbuhan tulang tengkorak akibat kekurangan zat kapur saat pembentukan pada tulang bayi.
3)    Osteoporosis yaitu pengeroposan tulang yang terjadi karena kekurangan hormon shingga tulang mudah patah dan rapuh.
4)    Rakhitis yaitu gangguan tulang karena kekurangan vitamin D. Biasanya terjadi pada anak-anak dalam masa pertumbuhan. Akibatnya pertumbuhan tulang terganggu sehingga bentuk kaki membelok keluar (berbentuk huruf X) atau membengkok ke dalam (berbentuk huruf O).
c.    Kesalahan Sikap Tulang
Kesalahan sikap (misal sikap duduk) dapat mengakibatkan beberapa kelainan seperti berikut :
1)    Lordosis yaitu jika bagian leher dan panggul terlalu membengkok kedepan.
2)    Kifosis yaitu jika bagian punggung terlalu membengkok ke belakang.
3)    Skoliosis yaitu jika jika bagian punggung membengkok ke kanan atau ke kiri.
4)    Sublubrikasi
Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang pada bagian leher yang menyebabkan kepala penderita gangguan tersebut berubah arah ke kiri atau ke kanan.
5)     Polio
Yaitu kelainan pada tulang yang disebabkan oleh virus, sehingga kea- daan tulangnya mengecil dan abnormal.

2.2  Kelainan Sendi
Persendian dapat mengalami beberapa kelainan atau gangguan, diantaranya sebagai berikut :
A.    Ankiliosis yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan karena seolah-olah kedua tulang menyatu.
B.    Dislokasi yaitu sendi bergeser dari kedudukan semula.
C.   Terkilir atau keseleo yaitu tertariknya ligamen akibat gerak yang mendadak.
D.   Artritis yaitu peradangan pada satu atau beberapa sendi dan kadang-kadang posisi tulang mengalami perubahan. Artritis dibedakan menjadi :
1.    Gout artritis yaitu gangguan persendian akibat kegagalan metabolisme asam urat. Asam urat yang tinggi dalam darah diangkut dan ditimbun dalam sendi yang kecil, biasanya pada jari-jari tangan. Akibatnya ujung-ujung ruas jari tangan membesar.
2.    Osteoartriris yaitu suatu penyakit kemunduran, sendi tulang rawan menipis dan mengalami degenarisi. Biasa terjadi karena usia tua.
3.    Reumathoid yaitu suatu penyakit kronis yang terjadi pada jaringan penghubung sendi. Sendi membengkak dan terjadi kekejangan pada otot penggeraknya.
Kelainan sendi akibat infeksi antara lain :
1.    Artritis eksudatif yaitu peradangan pada sendi dan terisi cairan nanah.
2.    Artritis sika yaitu peradangan sendi sehingga rongga sendi menjadi menjadi kering (kekurangan minyak sinoval).
3.    Layuh sendi atau layuh semu yaitu suatu keadaan tidak bertenaga pada persendian akibat rusaknya cakraepifisis tulang hingga sebagian  tulang mati dan mengering.


2.3  Kelainan Otot
Kelainan otot pada manusia dapat diakibatkan adanya gerak dan kerja otot. Hal ini dapat terjadi akibat gangguan faktor luar maupun faktor dalam. Faktor luar dapat diakibatkan karena kecelakaan dan serangan penyakit, sedan faktor dalam bisa terjadi karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah dilatih.
Beberapa contoh kelainan pada otot, diantaranya :
A.    Tetanus yaitu kelainan otot yang tegang terus menerus yang disebabkan oleh racun bakteri.
B.    Atrofi otot yaitu kelainan yang menyebabkan otot mengecil akibat serangan virus polio atau karena otot tidak difungsikan lagi untuk bergerak, akibat lumpuh.
C.   Hipotrofi otot yaitu kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.
D.   Distrofi otot yaitu kelainan yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.
E.    Kaku leher (stiff) yaitu kelainan yang terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan otot trapesius meradang.
F.     Menjadi Kram yaitu kelainan otot yang terjadi karena aktivitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang.
G.   Keseleo (terkilir) yaitu kelainan otot yang terjadi jika gerak sinergis salah satu otot bekerja berlawanan arah.
H.   Hernis abdominal yaitu kelainan pada dinding otot perut yang mengakibtkan penyakit hernia, yaitu penurunan usus yang masuk kedalam rongga perut.

2.4  Pengobatan Untuk Kelainan Tulang
Pada kasus yang ringan, untuk mengurangi nyeri bisa diberikan Aspirin atau ibuprofen. Jika menyerang tungkai, dokter biasanya menganjurkan untuk menggunakan tongkat penyangga dan sedapat mungkin menghindari jatuh atau kecelakaan yang bisa menyebabkan terjadinya patah tulang.

Dua jenis obat yang biasanya diberikan kepada penderita penyakit Paget:
1.    Biphosphonat
Obat untuk mengurangi resorbsi (penyerapan kembali) tulang. Terdapat 5 jenis obat, 4 dalam bentuk tablet dan 1 dalam bentuk infus intravena. Bersamaan dengan pemberian obat ini biasanya juga diberikan tambahan kalsium. Efek samping yang mungkin timbul adalah mencret dan mual. Pengobatan dilakukan selama 6 bulan.
2.    Calsitonin diberikan dalam bentuk suntikan harian atau semprot hidung. Jika gejala sudah mereda, maka dosis obat diturunkan. Jika obat langsung dihentikan, bisa terjadi kekambuhan. Sebanyak 20% penderita yang menggunakan obat suntikan bisa mengalami efek samping berupa mual, wajah kemerahan dan beser.
Mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk:
1.    membantu pemulihan patah tulang agas posisinya lebih baik
2.    memperbaiki kerusakan sendi akibat artritis
3.    membebaskan saraf yang terjepit
4.    memperbaiki kelainan tulang yang terjadi
5.    meringankan nyeri lutut.
Deteksi dini dan pengobatan yang tepat bisa membantu mengurangi nyeri akibat penyakit Paget dan mengontrol perkembangan penyakitnya. Perubahan keganasan terjadi pada kurang dari 1% kasus. Diet kaya kalsium dan vitamin D serta program latihan yang tepat juga merupakan komponen yang penting dalam menjaga kesehatan rangka tubuh dan mobilitias persendian.
2.6   Pengobatan Untuk Kelainan Sendi
Rasa nyeri yang diderita oleh penderita penyakit ini dapat dikurangi dengan berbagai macam cara seperti pengompresan atau penyuntikan cairan sinovial ke bagian sendi.Pengobatan untuk pengapuran sendi berbeda beda tergantung stadiumnya.
1. Osteoartritis derajat ringan (stadium 1 dan 2).
Terapi non obat terdiri atas:
a)    Menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan
b)    Latihan menguatkan otot paha dan pinggul untuk menjaga kebugaran tubuh
c)    Memakai knee brance selama diperlukan
Terapi obat terdiri atas:
a)    Obat antiradang dan nyeri
b)    Suplemen untuk menumbuhkan tulang rawan
c)    Obat pelumas sendi yang disuntikkan ke sendi
2.    Osteoartritis derajat berat (stadium 3 dan 4)
Pilihan pengobatan terbaik sampai saat ini adalah operasi penggantian sendi. Operasi penggantian sendi adalah operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah rusak dengan prostesis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar